Sukmawati Soekarnoputeri Telah Minta Maaf Soal Puisi Ibu Indonesia. Ketua MUI, Jangan Bikin Gaduh dan Buang Tenaga...? - Sister Seekers

Saturday, March 31, 2018

Sukmawati Soekarnoputeri Telah Minta Maaf Soal Puisi Ibu Indonesia. Ketua MUI, Jangan Bikin Gaduh dan Buang Tenaga...?

Penting untuk Menjadi Perhatian. Sebelum Anda Melanjutkan untuk Membaca Berita, Melihat atau Mengajukan Permohonan Kerja dari Informasi-Informasi Yang Kami Tulis di Halaman ini, Khusus Penacari Kerja, Harap diperhatikan Tanggal Expired Yang Tertulis dibagian Halaman Postingan atau di Halaman Sumber Kami, Agar Anda Tidak Keliru dalam Membuat Keputusan Untuk Sesuatu Yang Belum Jelas Anda Pahami. Sekali lagi Harap di Baca dengan Seksama Informasi Yang Ada di Halaman ini.

Blog / Website ini Menyajikan Berbagai Informasi Terbaru Baik Nasional Maupun Internasional Seperti: Berita Terkini, Politik, Daerah, Nasional, Viral, Kejadian Aneh dan Nyata, Lowongan Kerja Terbaru 2018, Tips and Trick dan lain-lain. Kami Mencari Informasi dari Berbagai Sumber Terpercaya, Kemudian Kami Tulis Kembali di Blog / Website ini untuk Memperluas Jangkauan Informasi. Informasi Yang Kami Sajikan Sifatnya Hanya Sebatas Membantu Pencari Informasi dalam Menemukan Berbagai Informasi Penting Yang Ada di dunia Untuk Kebutuhan Mereka Yang Sifatnya Positif dan Mudah-Mudahan Bermanfaat. Jika Anda Ingin Terhubung Bersama Kami Silahkan Kunjungi Customer Support Kami untuk Mengajukan Pertanyaan, Masukan, Gabung Group Loker Via Telegram dll. Gabung Sekarang...

Catatan Khusus Pencari Kerja: Hati-Hati Terhadap Penipuan Kami Tidak Akan Pernah Meminta Sejumlah Uang ataupun Imbalan Lainnya, Jika Ada Yang Mengatasnamakan Kami Maka Kami Tidak Akan Bertanggungjawab Karena Hal tersebut Merupakan Penipuan.

INFO KAMI

Penting untuk Menjadi Perhatian. Sebelum Anda Melanjutkan untuk Membaca Berita, Melihat atau Mengajukan Permohonan Kerja dari Informasi-Informasi Yang Kami Tulis di Halaman ini, Harap diperhatikan Tanggal Expired Yang Tertulis dibagian Halaman Postingan atau di Halaman Sumber Kami, Agar Anda Tidak Keliru dalam Membuat Keputusan Untuk Sesuatu Yang Belum Jelas Anda Pahami. Sekali lagi Harap di Baca dengan Seksama Informasi Yang Ada di Halaman ini.

Blog / Website ini Menyajikan Berbagai Informasi Terbaru Baik Nasional Maupun Internasional Seperti: Berita Terkini, Politik, Daerah, Nasional, Viral, Kejadian Aneh dan Nyata, Lowongan Kerja Terbaru, Tips and Trick dan lain-lain. Kami Mencari Informasi dari Berbagai Sumber Terpercaya, Kemudian Kami Tulis Kembali di Blog / Website ini untuk Memperluas Jangkauan Informasi. Informasi Yang Kami Sajikan Sifatnya Hanya Sebatas Membantu Pencari Informasi dalam Menemukan Berbagai Informasi Penting Yang Ada di dunia Untuk Kebutuhan Mereka Yang Sifatnya Positif dan Mudah-Mudahan Bermanfaat. Jika Anda Ingin Menghubungi Kami Silahkan Kunjungi Halaman ini untuk Mengajukan Pertanyaan, Masukan, dan Lain sebagainya.

Catatan Khusus Pencari Kerja: Hati-Hati Terhadap Penipuan Kami Tidak Akan Pernah Meminta Sejumlah Uang ataupun Imbalan Lainnya, Jika Ada Yang Mengatasnamakan Kami Maka Kami Tidak Akan Bertanggungjawab Karena Hal tersebut Merupakan Penipuan.

KEBIJAKAN KAMI

SEGALA SESUATU YANG KAMI TUANGKAN DI DALAM HALAMAN WEBSITE INI ADALAH BERSUMBER DARI WEBSITE RESMI DAN KAMI POSTING ULANG UNTUK MEMPERLUAS DAYA SERAP INFORMASI DI SELURUH PENJURU TANAH AIR SERTA MANCANEGARA.

SEGALA BENTUK MATERI YANG ADA DI WEBSITE INI MIMILIKI HAK CIPTA MASING-MASING YANG AKAN KAMI CANTUMKAN SESUAI REFFERENSI YANG KAMI DAPAT.

JIKA ADA HAL YANG BELUM KAMI SAMPAIKAN TERKAIT HAK CIPTA DALAM UNDANG-UNDANG APAPUN ITU BENTUKNYA, KAMI AKAN MEMBERIKAN UPDATENYA DI HALAMAN INI.

TENTANG KAMI

KAMI ADALAH SALAH SATU DARI RIBUAN MEDIATOR ONLINE DI INDONESIA YANG AKAN MEMBERIKAN DAN ATAU MENGHUBUNGKAN BERBAGAI INFO TERBARU TERKAIT BERITA POPULER DAN INFORMASI LOWONGAN KERJA DI INDONESIA TAK TERKECUALI MANCANEGARA KEPADA ORANG-ORANG YANG MEMBUTUHKAN INFORMASI YANG MEREKA BUTUHKAN.

INFORMASI KAMI AKAN SELALU MENGEDEPANKAN INFORMASI TERHANGAT DAN TERAKURAT DARI BERBAGAI SUMBER YANG TERPERCAYA.

KAMI INGIN MENJADI SALAH SATU PELOPOR RUANG INFORMASI YANG TERBAIK DI ANTARA RUANG INFORMASI YANG TELAH HADIR TERDAHULU.

SEMOGA DENGAN HADIRNYA KAMI AKAN MENAMBAH KHAZANAH YANG BERBEDA DARI RUANG INFORMASI LAINNYA.

INFO KONTAK

Untuk Menghubungi Team Kami Anda Bisa Mengirimkan Pesan Melalui Situs Media Sosial Kami Yang Ada di Website Kami.

Facebook, Google+, Twitter
Email : cs.addaloker@gmail.com


CATATAN

JIKA LINK YANG ANDA BUKA DARI FACEBOOK, TWITTER DAN LAINNYA DARI MEDSOS SUDAH TIDAK BISA TAMPIL DI WEB KAMI, ARTINYA LINK TERSEBUT SUDAH KAMI UPDATE (Untuk Kepentingan Teknis). UNTUK MENEMUKAN INFO LAINNYA SILAHKAN BUKA DI SINI TERIMA KASIH.

Sukmawati Soekarnoputeri Telah Minta Maaf Soal Puisi Ibu Indonesia. Ketua MUI, Jangan Bikin Gaduh dan Buang Tenaga...? Kontroversi puisi 'Ibu Indonesia' tidak perlu diteruskan, ... "yang akan membuang energi dan menimbulkan kegaduhan" karena Sukmawati Soekarnoputeri sudah meminta maaf, kata Ketua MUI KH Maruf Amin.
Sukmawati Soekarniputeri Telah Minta Maaf Soal Puisi Ibu Indonesia. Ketua MUI, Jangan Bikin Gaduh dan Buang Tenaga...?
Ketua MUI menyampaikan hal itu dalam jumpa pers seusai melakukan pertemuan tertutup selama seitar dua jam dengan Sukmawati, di kantor MUI, Jakarta, Kamis (5/4).

Sebelumnya, Rabu (4/4) Sukmawati menyelenggarakan jumpa pers, untuk meminta maaf atas ketersinggungan yang muncul akibat puisinya. Sementara sebagian kalangan tetap melanjutkan proses pelaporan di polisi, sementara sebagian lagi menyerukan aksi massa yang setara dengan unjuk rasa kasus Ahok.

Pencarian Populer:
  • Puisi Sukmawati Soekarnoputri: Ekspresi seni atau penistaan agama?
  • Dengan 212, umat Islam 'ingin berkuasa lewat pilkada, pemilu dan pilpres'
  • Reuni 212 menatap pilkada dan pemilu mendatang, usai 'memenangkan Anies' di Jakarta

INI LANTUNAN PUISI LENGKAPNYA :


Sukmawati tiba tengah hari bersama rombongannya, dan langsung masuk ruangan MUI, diterima oleh antara lain Sekjen MUI Anwar Abbas, dan Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhidlai, selain KH Maruf Amin.

Usai pertemuan tertutup, KH Maruf Amin mengatakan MUI "bisa memaklumi permohonan maaf beliau (Sukmawati)," dan mengajak semua umat Islam untuk juga menerima permohonan maaf itu.

"Kalau bisa menghentikan upaya di pengadilan, Bareskrim. Dan kita kembali membangun keutuhan bangsa dan negara," kata Maruf Amin.

Beberapa pihak sudah lebih awal mengadukan Sukmawati ke kepolisian. Antara lain Ketua DPP Partai Hanura Amron Asyhari, Selasa (3/4) dan Forum Anti Penodaan Agama (FAPA).

Hentikan aksi hari Jumat. Maruf Amin juga menyerukan kalangan yang berencana melakukan aksi turun ke jalan Jumat (6/4) besok ,untuk membatalkan niat mereka."Saya meminta sebaiknya (tidak unjuk rasa) karena dia sudah minta maaf, sudah mengakui kesalahannya, tidak mengulang lagi. Jadi sebaiknya tidak perlu diteruskan daripada membuang energi, menimbulkan kegaduhan," kata Maruf Amin pula.

Dalam jumpa pers itu, Sukmawati tidak mengeluarkan pernyataan apapun kepada wartawan dan langsung meninggalkan ruangan sesuda mencium tangan KH Maruf Amin.

Sebelumnya, beberapa orang yang mengatasnamakan alumni 212 bermaksud menggelar unjuk rasa besar-besaran pada Jumat (6/4) besok. Beberapa pihak sudah lebih awal mengadukan Sukmawati ke kepolisian.

Namun cendekiawan Islam Lies Marcoes, dalam kesempatan lain mengatakan kepada BBC bahwa reaksi terhadap sajak Sukmawati, sama sekali tidak tepat dan bisa mengarah pada pemberangusan kebebasan berekspresi.

Ancaman unjuk rasa. Kelompok yang mengatasnamakan alumni gerakan 212 mengatakan, demonstrasi akan digelar untuk "menunjukkan bahwa dia Islam dan dia Indonesia," kata Budhi Haruman Guawijaya, seorang anggota kelompok itu.

"Karena narasinya dari Ibu Sukmawati itu sepertinya ingin membenturkan antara syariat Islam dengan Indonesia. Jadi kesannya kalau saya Islam, saya itu tidak Indonesia. Kalau saya Indonesia, harusnya tak boleh menjalankan syariat sesuai agama kita," paparnya

Namun, tidak semua mantan peserta 212 sepakat.. Misalnya Kamal Muzakki, yang menyatakan tidak akan ikut: "Tidak (ikut). Karena banyak hal yang lain yang harus diurusi, bukan cuma itu saja," katanya.

"Dan sebetulnya urusan keumatan Islam kan ada amar ma'ruf (perintah untuk mengajak atau menganjurkan hal-hal yang baik) ada nahi munkar (mencegah hal-hal yang buruk bagi masyarakat). Nah kebetulan sekarang kami fokusnya di amar ma'ruf bukan di nahi munkar," tambah Kamal.

Pernyataan Sukmawati. Sukmawati sendiri telah mengumumkan permohonan maaf kepada umat Islam yang merasa tersinggung dan keberatan atas puisinya.

Dalam konferensi pers yang diadakannya pada Rabu (04/04), dia mengatakan bahwa, "karya sastra dari Puisi Ibu Indonesia ini telah memantik kontroversi di berbagai kalangan, baik pro dan kontra khususnya di kalangan umat Islam".

Sajak itu menurutnya sudah ditulis lama dan menjadi bagian dari buku Kumpulan Puisi Ibu Indonesia terbitan tahun 2006.

"Puisi 'Ibu Indonesia' ini ditulis sebagai refleksi dari keprihatinan saya tentang rasa wawasan kebangsaan ... semata-mata untuk menarik perhatian anak-anak bangsa untuk tidak melupakan jati diri Indonesia asli."

"Dengan ini dari lubuk hati yang paling dalam, saya mohon maaf lahir dan batin kepada umat Islam Indonesia khususnya bagi mereka yang tersinggung dan berkeberatan dengan Puisi Ibu Indonesia," kata Sukmawati di hadapan para wartawan.

Mengandung 'muatan politik' Menurut pengamat politik Islam dari Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun, masalahnya sebetulnya hanyalah kondisi sosiologi masyarakat saat ini.

Pengajar Sosiologi Politik di UNJ menganggap, Sukmawati sekadar kurang peka. dan ia mempertanyakan niat-niat pengerahan massa itu.

"Saya kira jadi sensitif dan menjadi isu SARA. Jadi sebaiknya tidak usahlah dibesar-besarkan dan di sisi lain tidak usah juga membuat pernyataan yang menimbulkan munculnya isu SARA."

Ia menengarai, ada kalangan yang kemudian menjadikan kasus ini sebagai alat politik.

"Bisa saja kan kemudian ditafsirkan bahwa muatan politiknya adalah untuk mengurangi elektabilitas partai di mana keluarga Soekarno ada di situ, dan Megawati Soekarno juga," kata Ubedilah.

Hal itu disanggah oleh Mursal Fadhilah dari Forum Anti Penodaan Agama (FAPA) yang mengaku juga akan mengikuti aksi di hari Jumat nanti.

"Ini murni pembelaan terhadap agama dan tidak ada agenda politik apapun dan tidak terkait dengan parpol apapun tapi murni merupakan perintah agama untuk membela agama," kata Mursal.

Di-' A hok' - kan? Pengamat HAM Ismail Hasani dari SETARA Institute juga mempermasalahkan kalangan yang hendak mengerahkan massa. "Menghormati pihak-pihak yang sudah melaporkan Sukmawati, saya kira biarkan polisi bekerja secara profesional tanpa diiringi tekanan publik yang menguras energi," kata Ismail.

"Karena kalau ada tekanan massa, yang terjadi bukan fair trial tetapi seperti kasus lain seperti ini, trial by the mob ."

Selain itu, Ismail juga menjelaskan bahwa akar dari Pasal 156a yang saat ini digunakan beberapa pihak untuk melaporkan Sukmawati memiliki proses-proses nonyudisial seperti "diklarifikasi, diperingatkan dan dibimbing."

"Tetapi pelaporan semacam ini (kasus Sukmawati) banyak presedennya. Misalnya (kasus Ahok), Pak Basuki dilaporkan tanpa melalui proses klarifikasi, tanpa melalui proses peringatan."

Setelah mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok dipenjara tercatat kasus penistaan agama telah disidangkan tiga kali: dr. Otto Rajasa di Balikpapan, Aking Saputra di Karawang dan Arnoldi Bahari di Pandeglang.

Sumber :
BBC INDONESIA
Catatan Khusus Pencari Kerja: Jika sewaktu-waktu link Pendaftaran tidak bisa ditemukan atau telah hilang di halaman pendaftaran, kemungkinan lowongan sudah tutup terlebih dahulu karena kuota sudah penuh dan atau kendala teknis lainnya.

Demikian untuk di maklumi dan dipahami. Terima Kasih semoga Sukses. Informasi Menarik Lainnya Langsung Buka Situs Resmi Kami hanya di halaman ini Tersedia lowongan mulai SLTA sederajat hingga Sarjana.
Comments